De Bloem der Indische Bergsteden - 19 Agustus 1945, Sebuah Lagu Folk Melankolis yang Menjadi Awal Kampanye "Swasembada Karya" tanggal rilisnya pun bukan dipilih secara kebetulan.
Di antara riuh perayaan kemerdekaan yang baru saja berlalu, Rozenski justru memilih tanggal itu untuk mengajukan satu pertanyaan sederhana:
Sudahkah musisi benar-benar merdeka?
Melalui single terbaru "Tanpa Batas", Rozenski menghadirkan lagu folk bernuansa klasik yang berbicara tentang cinta yang tak selalu harus diucapkan, tentang kesabaran yang tak memiliki batas waktu, dan tentang perpisahan yang suatu hari pasti datang. Namun di balik lirik yang lembut
"Ku akan selalu ada di sampingmu...
Tanpa batas waktu untuk berdoa..."
tersimpan sebuah kampanye yang jauh lebih besar. Rozenski memperkenalkan sebuah gagasan bernama Swasembada Karya. Bukan slogan politik. Bukan pula sekadar konsep promosi album. Swasembada Karya adalah ajakan agar musisi independen memiliki ruang yang lebih mandiri dalam mengelola karya, membangun komunitas, berkomunikasi langsung dengan pendengar, serta menciptakan ekosistem yang tidak sepenuhnya bergantung pada algoritma platform digital. Di tengah industri yang semakin cepat bergerak, karya sering kali dipaksa mengikuti angka, tren, dan durasi viral. Rozenski justru mengambil arah sebaliknya. Mereka memilih membangun rumahnya sendiri. Melalui www.rozenski.com, pendengar yang disebut Rozenstars dapat mengikuti perjalanan band secara lebih dekat, mengakses berbagai konten eksklusif, hingga menjadi bagian dari kampanye yang terus berkembang.
Mengambil momentum bulan kemerdekaan, Rozenski membangun narasi visual yang terinspirasi oleh suasana Indonesia pada masa kolonial. Referensi sejarah digunakan sebagai bahasa simbolik untuk mengajak publik merefleksikan makna "kemerdekaan" dalam konteks berkarya pada masa kini.
Alih-alih mengangkat sejarah sebagai romantisasi, kampanye ini menggunakannya sebagai metafora: bahwa setiap zaman memiliki bentuk perjuangannya sendiri. Jika dahulu perjuangan berfokus pada kemerdekaan bangsa, hari ini Rozenski mengajak publik berdiskusi tentang kemerdekaan berkarya, keberlanjutan musisi independen, dan hubungan yang lebih dekat antara seniman dengan pendengarnya.
Melalui rangkaian visual, video, website, dan aktivasi digital, Rozenski ingin menghadirkan pengalaman kampanye yang terasa seperti sebuah gerakan budaya, bukan sekadar perilisan single.
Karena bagi Rozenski, sebuah lagu tidak berhenti ketika musiknya selesai diputar. Lagu adalah awal dari percakapan. Dan Tanpa Batas adalah undangan untuk memulai percakapan itu bersama.
Comments
Join the conversation.
No comments yet.